Mengapa aktivitas beragama dianggap penghalang aktifitas usaha?


By Dana Anwari. Banyak orang yang memisahkan antara aktivitas pekerjaannya dengan aktivitas beragamanya. Seakan-akan agama menjadi penghalang aktifitas usahanya mencari nafkah dan menikmati kesenangan hidup di dunia ini. Mereka menganggap, terlalu banyak larangan dalam beragama yang dirasakan membuat dirinya sulit mengumpulkan harta dan menikmati hidup.
Tak jarang di antara mereka yang menganggap orang-orang yang miskin harta sebagai orang yang bodoh, karena dianggap terlalu teguh berpijak kepada ajaran agama-Nya.
Now surely they themselves are the fools, but they do not know.

"Terlalu banyak larangan untuk kita mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya," duga mereka.
"Terlalu banyak ancaman yang membuat kita menjadi ragu-ragu menikmati kesenangan hidup kita di dunia ini, padahal kita mampu menikmatinya dengan harta kita," duga mereka soal apa-apa yang dihalalkan Allah dan diharamkan Allah.
"Terlalu banyak perintah yang menghabiskan waktu kita untuk berkompetisi mencari kesenangan hidup senikmat-nikmatnya," sangka mereka.
"Bukankah time is money?!" teriak mereka dengan jengkel kepada orang-orang yang dianggapnya merugikan diri sendiri karena selalu menjalankan perintah dan larangan Tuhannya: Allah swt.

Maha Suci Tuhanku, Ya Allah ya Qudduus. Sungguh tercela praduga dan prasangka yang mengobsesi kehidupan orang-orang yang memisahkan aktivitas berusahanya, untuk menjadi orang yang sukses kaya dan bahagia, dengan aktivitas beragamanya. Apakah mereka tidak ingin sukses kekayaan dan kebahagiaan hidupnya adalah sukses yang diberkahi keberuntungan dari Allah swt, Tuhannya?
Simaklah firman-Nya. Ingatlah firman-Nya. Masih belum yakinkah kamu dengan agamamu dan Tuhanmu? Bacalah kisah dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 13-17: Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?”

Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu.

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada syaitan-setan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”.
Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.


Bila kita masih mengharapkan kerja kita, usaha kita, dan perniagaan kita menjadi tidak merugikan kehidupan kita di dunia dan akhirat, resapilah lagi firman Tuhan kita semua, Allah Yang Maha Satu tanpa sekutu, di surat Fathir ayat 29 Al Quran: Sesungguhnya, orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.
suksesusahasukses.blogspot.com
*

No comments:

ReadTheQuran